WINTERCAMP QINGDAO-SHANDONG-BEIJING 2014
Archive : 2014 2015

 

WINTERCAMP QINGDAO-SHANDONG-BEIJING 2014

9 Januari 2014 ~ 19 Januari 2014

 

Wintercamp adalah salah satu program kerja Himignu yang secara rutin diadakan setiap musim dingin antara bulan Desember atau Januari, dengan kurun waktu 10-14 hari. Wintercamp, yang dalam bahasa Mandarin disebut 冬令营 ini dapat juga disebut sebagai kegiatan studi wisata, karena selain belajar bahasa Mandarin dan kebudayaan Tiongkok, peserta wintercamp pun diajak berwisata dan mengenal tempat-tempat menarik di kota yang disinggahi. Kegiatan positif lainnya dalam mengikuti kegiatan wintercamp ini adalah mahasiswa/i Indonesia dapat saling mengenal lebih akrab antara satu kota dan kota yang lainnya.

Di awal tahun 2014 ini, menjelang tahun baru Imlek, Himignu meluncurkan program Wintercamp yang dimulai dari tanggal 9 Januari 2014 dan diakhiri pada tanggal 19 Januari 2014. Kali ini kami mengunjungi kota Qingdao, beberapa kota di provinsi Shandong (Weifang, Zibo, Dezhou) dan terakhir Beijing. Peserta wintercamp 2014 ini terdiri dari mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing (Vietnam dan Thailand) di kota Guilin, serta mahasiswa Indonesia di kota Qingdao dan Shenyang. Wintercamp dimulai di Qingdao dan diakhiri di Beijing. Biaya yang harus dibayarkan adalah sebesar 1100 RMB, sudah termasuk biaya makan 3x sehari dan akomodasi selama kegiatan (hotel, transport, tiket masuk objek wisata), namun transportasi dari kota masing-masing ke kota awal pertemuan (Qingdao) dan dari kota terakhir (Beijing) menuju kota masing-masing diurus dan ditanggung oleh masing-masing peserta.

Kami memulai perjalanan di Qingdao dengan mengunjungi BaDaGuan yang merupakan daerah mansion bersejarah dekat pinggiran pantai dan kawasan Olympic Sailing Center. Esoknya, kami meninggalkan Qingdao dan berangkat menuju Zibo, namun sebelumnya kami singgah di kota Weifang dan mengunjungi museum layang-layang serta satu kawasasan yang bernama YangJiaBuNianHua yang merupakan salah satu dari tiga penghasil lukisan kayu terbesar di Tiongkok.

Zibo adalah kota yang terkenal akan kerajinan keramiknya, di kota ini kami mengunjungi museum keramik, museum sepak bola, kawasan wisata ZhouCun GuDaJie yaitu jalanan pusat komersial kuno yang sekarang dijadikan objek wisata, dan kawasan tempat wisata PuSongLing GuJu yaitu tempat kelahiran Pu SongLing, penulis novel kuno yang disebut sebagai raja novel dunia. Selama 5 hari kami tinggal di Zibo dan di kota inilah kami diperkenalkan pada kebudayaan Tiongkok, kami belajar gerakan dasar Wushu, menulis aksara Mandarin dengan teknik ShuFa, bermain alat musik kecapi kuno Guzheng, dan menggambar di atas piring keramik. Melalui kesempatan ini kami mendapati kebudayaan Tiongkok itu menarik dan mendorong kami untuk mempelajari lebih dalam lagi. Kunjungan kami ke kota Zibo diakhiri dengan pertunjukkan talent show dari para peserta dan pembagian sertifikat atas keikutsertaan peserta dalam kelas singkat pembelajaran budaya Tiongkok.

Selanjutnya kami berangkat menuju DeZhou, kota ini menarik karena terkenal sebagai peneliti dan pengembang tenaga surya terbesar di dunia. Di sepanjang jalan, kami mendapati panel tenaga surya tersebar di berbagai tempat, dan kami pun berkesempatan mengunjungi kawasan TaiYangCheng yaitu pusat pengembangan tenaga surya di kota DeZhou ini. Selain itu, adapula kawasan DongZiYuan yang kami kunjungi, merupakan sebuah taman pusat politik dan budaya kota DeZhou.

Perjalanan diakhiri di ibu kota Tiongkok, Beijing. Setelah melalui perjalanan panjang dari DeZhou ke Beijing, sesampainya di kota metropolitan ini, kami segera menuju The Great Wall yang merupakan simbol dari negeri tirai bambu ini. Walau angin musim dingin menyapa di setiap langkah kami, tangga demi tangga kami panjat, dan saat pemandangan dari atas tembok raksasa ini kami nikmati, lelah dan dingin pun tak terasa lagi. Selain The Great Wall, kami pun mengunjungi ikon terkenal di Beijing, yaitu The Forbidden City, setelah berfoto bersama di lapangan TianAnMen, kami menjelajahi The Forbidden City yang sangat luas ini. Acara wintercamp ditutup dengan acara bebas di WangFuJing street, kemudian keesokan hari nya peserta dibubarkan dan kembali ke kota masing-masing.

Dengan adanya program wintercamp ini, mahasiswa Indonesia di Tiongkok yang tidak pulang ke kampung halaman saat liburan musim dingin pun tak perlu bingung bagaimana menghabiskan liburan di udara yang dingin dan kampus yang sepi karena mayoritas penduduk Tiongkok mudik ke kampung halaman mereka. Tanpa harus mencari jasa travel atau mengatur sendiri kebutuhan perjalanan liburan, cukup mendaftarkan diri di acara wintercamp ini, maka liburan musim dingin pun akan menjadi berkesan. Mengenal teman-teman baru, mengunjungi tempat-tempat wisata di Tiongkok dan medapatkan pengalaman mengesankan, Anda berminat? Nantikan kabar wintercamp tahun 2014 ini dari kami.