冬令营(Winter Camp 2015)
Archive : 2014 2015

Pada tanggal 17-31 Januari 2015 yg lalu, kita 22 orang mahasiswa dari GXNU dan 8 orang mahasiswa dari Guangzhou mengikuti acara Winter Camp di provinsi Shandong, Tiongkok. Kita berangkat masing-masing dalam kelompok kecil menuju ke Qingdao. Ada yg naik kereta tidur, ada yg naik pesawat, ada yg traveling dulu selama beberapa hari baru lanjut ke Qingdao. Sepanjang perjalanan juga banyak cerita seru. Ada yg harus kemping di airport semalaman, ada yg harus lari-lari dari satu airport ke airport lain naek taksi gelap, dan ada juga yg kakinya ketumpahan kuah Indomie di kereta.

Setelah perjalanan yg melelahkan, pada tanggal 17 Januari 2015, kita semua pun tiba di Qingdao. Setibanya di Qingdao, kita langsung disambut sama Laoshi-laoshi pendamping kita yg sangat ramah dan juga disuguhi makanan enak. Setelah beistirahat selama sehari, Winter Camp pun dimulai dengan acara jalan-jalan di Qingdao. Kita semua suka banget sama Qingdao, kotanya bersih banget dan banyak bangunan-bangunan keren khas Eropa. 

Di Qingdao kita diajak keliling-keliling ke berbagai tempat misalnya stadion tempat lomba perahu layar Olimpiade 2008, tempat yg jadi simbol kota Qingdao sekaligus logo di kaleng Tsingtao Beer, dan lain sebagainya. Meskipun saat itu cuaca dingin banget dan anginnya bagaikan menusuk tulang, tapi kita tetep asik foto-foto dan haha-hihi sampai-sampai Laoshi pendamping kita pun pusing tujuh keliling hehehe.

Dari Qingdao, kita menginap semalam di kota Jining dan kemudian kita pergi Qufu, kampung halaman Confucius. Di Qufu kita mengunjungi berbagai tempat historis seperti rumah Confucius, makam Confucius, dll. Ditambah lagi, tour guide kita pas di Qufu ini ngasih penjelasannya bagus banget, kita banyak belajar aneka pengetahuan dan filosofi tentang Confucius.

Acara utama Winter Camp ini berlangsung di area perkemahan 山青世界, yg terletak di pinggir Ibukota Shandong, Jinan. Jinan adalah ibukota provinsi Shandong yg terkenal sebagai kota yg mempunyai 72 mata air alami. Kamar yg kita tempati nyaman banget. Ranjangnya empuk, ada AC, TV, kamar mandinya juga hangat. Ditambah lagi, makanan yg disajikan di sini juga enak-enak. Yg paling tidak terlupakan tuh 风味茄子 (Terong Madu Crispy/Honey Braised Eggplant). Setiap makan siang dan makan malam kita selalu makan sampai perut kembung.

Selama perkemahan ini, kita belajar banyak hal-hal baru dan menarik seputar kebudayaan Tiongkok dan juga team building, misalnya : wide games estafet, panjat tebing, menyanyi Beijing Opera, wushu, simpul dan tali temali, weiqi, chinese paper cutting, kaligrafi, chinese painting, chinese clay painting, menari tarian khas suku Miao dan juga tarian modern 小苹果.

Kalo kita para peserta ditanya, pelajaran apa yg paling seru, dijamin jawabannya beraneka ragam. Ada yg paling suka pelajaran Weiqi aka catur China karena selain permainannya seru, juga penuh dengan filosofi hidup. Ada yg paling suka panjat tebing karena sangat memacu adrenalin. Tapi dijamin semua cowo suka sama pelajaran nari karena pelatih narinya CANTIK BANGET hehehe...

Selain belajar, kita juga mengunjungi aneka museum, mata air, dan taman di kota Jinan. Restoran juga termasuk. Pernah suatu kali, sepulang dari museum, Laoshi ngajak kita makan siang di restoran Hot Pot. Sumpah, Hot Pot nya enak bangettttt…sampe hari ini rasa gurih dan nikmatnya masih menghantui lidah kita…

Di penghujung camp, kita juga dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan diminta untuk menampilkan acara di saat upacara penutupan. Setiap kelompok pun unjuk gigi dengan menampilkan bakatnya. Ada yg nyanyi, nari, pidato, dan juga bikin drama. Upacara penutupan diakhiri dengan foto foto bareng para Laoshi.

Dari Jinan, kita pun berangkat menuju Beijing, tempat tujuan terakhir rangkaian acara Winter Camp ini. Selama dua hari di Beijing kita berkunjung ke Bird Nest, Forbidden City, Badaling Great Wall, dan juga Wangfujing Street. Di malam terakhir, para Laoshi kembali ngajak kita makan Hot Pot. Kita semua makan dengan lahap dan juga cekikikan sampai sakit perut.

Tidak terasa, acara Winter Camp ini pun berakhir. Di hari terakhir, kita semua kembali terbagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan berpisah jalan masing-masing. Ada yg langsung terbang ke Indonesia, ada yg lanjut traveling ke Harbin, ada yg pulang ke Guilin, ada yg masih mau traveling di Beijing beberapa hari. Laoshi-laoshi mengantar kepergian kita satu persatu. Rasa haru pun tidak dapat tertahankan di saat kita satu persatu meninggalkan hotel, diiringi lambaian tangan para Laoshi. 

Zai jian, Laoshi. Zai jian, teman-teman. Terima kasih atas dua minggu yg penuh kenangan indah ini. Semoga kita bisa berjumpa lagi di lain kesempatan.


Penulis : Keven Alberto Yoesup          Editor : Erwin Yuniarto