Guilin

"East or west, Guilin landscape is best!". Kecantikan Guilin benar-benar jauh lebih indah dari hanya sekedar lukisan-lukisan yang ada. Dari pegunungan karst yang menakjubkan hingga danau-danau yang indah, pemandangan di Kota Guilin dapat disebut sebagai 'pemandangan sempurna' yang pernah ada di bumi ini. Nama Guilin apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Hutan Osmanthus Manis, karena banyaknya pohon Osmanthus di seluruh sudut kota dengan bunganya yang selalu mekar mewangi di setiap musim gugur tiba.

Kota Guilin merupakan sebuah kota tingkat administrasi dengan luas sekitar 27.800 kilometer persegi (10.734 mil persegi), berada di timur laut Daerah Otonomi Provinsi Guangxi, Republik Rakyat Tiongkok. Kota Guilin terletak di tepi barat Sungai Li dan berbatasan dengan Provinsi Hunan di utara. Di Tiongkok, kota Guilin dianggap mutiara dari industri pariwisata karena keindahan alam dan kekayaan sejarahnya. Guilin juga merupakan kota yang memiliki banyak budaya penting dengan sejarah lebih dari 2000 tahun. Sejak masa Dinasti Song Utara (960-1127), kota Guilin telah menjadi pusat politik, ekonomi, dan budaya dari Provinsi Guangxi.

 

SEJARAH

  • Pada tahun 314 SM, sebuah pemukiman kecil didirikan di sepanjang tepi Sungai Li.

  • Selama periode 221-207 SM, Dinasti Qin berperang melawan negara bagian dari Nanyue, dari sinilah asal mula pemerintahan pertama didirikan di daerah sekitar Guilin.

  • Pada 111 SM, masa pemerintahan Kaisar Wu dari Dinasti Han, sebuah lokasi yang bernama Shi An County didirikan, dan dianggap sebagai awal dari kota Guilin.

  • Pada 507 AD, kota ini berganti nama menjadi kota Guizhou .

  • Kota Guilin sangat makmur pada masa dinasti Tang dan Song. Kota ini menjadi perantara di pemerintah pusat dan perbatasan barat daya, di mana tentara reguler ditempatkan untuk menjaga perbatasan itu. Kanal-kanal banyak dibangun di sepanjang kota sehingga persediaan makanan dapat langsung diangkut dari tempat produksi makanan di dataran Yangtze ke titik terjauh barat daya dari kerajaan.

  • Pada tahun 1921, Guilin menjadi salah satu markas besar Tentara Ekspedisi Utara yang dipimpin oleh Dr. Sun Yat-sen.

  • Pada tahun 1940, kota ini mendapatkan namanya yang sekarang .

  • Pada tahun 1981, Kota Guilin terdaftar oleh Dewan Negara sebagai salah satu dari empat kota (tiga lainnya adalah Beijing, Hangzhou, dan Suzhou) di mana perlindungan sejarah dan budaya warisan, serta pemandangan alam harus diperlakukan sebagai proyek prioritas.

 

KULINER

Guìlín Sānbǎo (桂林三宝)

Kota Guilin terkenal dengan makanan ringan dan penggunaan rempah-rempahnya, terutama dalam pengolahan cabai. Saus cabai Guilin (桂林辣椒酱), digunakan secara luas dalam memasak oleh penduduk setempat. Saus cabai ini terbuat dari cabai segar, bawang putih, dan kedelai yang difermentasi. Paduan rempah-rempah ini dianggap sebagai salah satu dari “Tiga Harta Guilin (桂林三宝)”. Dua lainnya dari Tiga Harta Guilin adalah Guilin Sanhua Jiu (桂林三花酒), merupakan minuman keras yang dibuat dari hasil penyulingan beras; serta tahu fermentasi Guilin (腐乳).

 

Guìlín Mǐfěn (桂林米粉)

Mie yang terbuat dari tepung beras dan memiliki tekstur yang halus ini telah menjadi sarapan pokok lokal sejak Dinasti Qin. Legenda mengatakan, ketika pasukan Dinasti Qin yang tengah menderita diare memasuki wilayah ini, seorang koki menciptakan mie beras Guilin untuk tentara karena mereka mengalami kesulitan makan makanan lokal. Sejak saat itulah Mie Guilin ini menjadi makanan yang cocok dan disukai oleh masyarakat. 

 

Zòngzi (粽子)

Makanan yang satu ini lebih dikenal di Indonesia dengan nama ‘Bacang’. Makanan yang lezat ini terbuat dari ketan dan pasta kacang hijau, dibungkus dengan sehelai daun bambu atau daun pisang untuk menjaga cita rasanya.

 

 

 

 

WISATA

Pesiar Sungai Li

Sungai Li yang begitu indah dan mengesankan ini dapat dilihat pada lembaran uang 20 Yuan. Anda bisa melakukan pesiar menggunakan kapal besar atau rakit bambu, dan lihatlah dengan mata kepala Anda sendiri bentuk-bentuk alami gunung karst cantik yang memberikan kejutan di setiap belokan air sungai yang jernih di bawah langit biru. Dengan pemandangan dan rasa yang jauh dari kehidupan metropolis, pemandangan sepanjang sungai menjadi salah satu tujuan wisata utama di daratan Tiongkok.

Elephant Trunk Hill

Kawasan wisata ini terletak di tepi barat sungai Li, merupakan sebuah bukit menyerupai gajah yang sedang meghisap air dari sungai ini. Elephant Trunk Hill ini telah menjadi simbol dari kota Guilin, yang dapat Anda temukan pada brosur perjalanan atau buku pariwisata. Gua dibawah belalai yang dikenal sebagai Water-Moon Cave (Gua Air-Bulan), karena gua ini dapat memancarkan pantulan taburan cahaya bulan di atas sungai saat malam hari.

Seven Star Park

Taman ini dinamai menurut tujuh puncak yang menyerupai Rasi Bintang Biduk apabila dilihat dari udara. Taman yang berlokasi luas ini merupakan tempat yang baik bagi para wisatawan untuk dapat bersentuhan dengan alam. Dalam kawasan ini juga terdapat kebun binatang kecil di sisi timur taman ini dan memiliki dua atraksi utama, yaitu panda besar dan panda merah, serta sejumlah pertunjukkan satwa kecil.

Persawahan Berundak Longsheng

Lokasi persawahan berundak yang sangat memiliki nama dan reputasi terbaik di dunia, Terletak di daerah pegunungan, sawah Longji ini adalah terasering sawah dengan bentuk yang mengagumkan, penduduk setempat mengatakan bentuk terasering sawah ini menyerupai punggung naga dan dapat dilihat berkelok di kejauhan dari puncak gunung.

Liu San Jie Grand Park

Taman ini dinamai mengikuti nama penyanyi lagu rakyat Tiongkok terkenal yang dipaksa melompat ke dalam sungai bersama kekasihnya. Wisatawan dapat datang dan menikmati hiburan pertunjukan musik masyarakat setempat yang melibatkan tari-tarian dan pertunjukan yang mencerminkan keberagaman kelompok etnis setempat.

Yangshuo

Para wisatawan dapat mengikuti pesiar sungai Li berasal dari pusat kota Guilin dan rute kapal pesiar akan berujung di Yangshuo. Kota kecil ini berjarak sekitar 90 kilometer ke arah selatan kota Guilin, berangkat dari terminal bus kota Guilin berjarak 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan bus antarkota. Kota Yangshuo ini merupakan kota yang popular bagi para turis backpacker. Setibanya di Yangshuo wisatawan dapat menyewa sepeda untuk berkeliling melihat pemandangan yang ada seperti contohnya, Anda bisa berlayar menggunakan rakit bambu sekitar satu jam menuju Yulong River yang sangat cantik dan arus sungainya yang sangat tenang. Ketika malam hari tiba, berjalanlah ke daerah West Street, di mana terdapat banyak kafe dengan gaya barat, restoran, hotel, dan stan-stan yang menawarkan oleh-oleh khas kota Guilin. Jangan lupa siapkan perut Anda untuk mencicipi Ikan Bir Yangshuo dengan cita rasa yang khas dan mengugah selera.

Two Rivers Four Lakes

Pesiar malam spektakuler menggunakan kapal motor yang akan membawa wisatawan menyusuri Sungai Li dan Sungai Taohua (Peach Blossom River)  dan juga empat danau cantik. Di sini merupakan tempat Anda dapat melihat pemandangan malam indah termasuk pagoda, jembatan marmer, jembatan kaca, jembatan San Fransisco, dan bangunan-bangunan yang dihiasi oleh ukiran khas Tiongkok.

Bukit Pagoda

Diperlukan waktu beberapa menit untuk turun dari Bukit Gajah di tepi barat ada sebuah bukit kecil dengan pagoda di atasnya. Pagoda heksagonal ini disebut Pagoda Buddha Panjang Umur (寿佛塔) yang berasal dari Dinasti Ming (1368-1644). Lantai dua pagoda ini memamerkan patung-patung batu Buddha dan pada saat musim gugur, bukit yang diterangi maple merah ini sangatlah menawan keindahannya.